Cara Jitu Menguji Kemampuan Matematika Anak

Ilustrasi mini market (sumber : http://minimarket-tm.blogspot.com)

Ada yang berkata matematika itu sulit. Ada yang bilang juga tidak perlu juga belajar tambah-kurang-bagi-kali, toh sudah ada kalkulator. Ada yang bilang matematika itu ya… begitulah. Bahkan ada juga yang bertanya-tanya matematika itu buat apa sih?! Tiap hari cuma lihat angka-angka 0-9.

Tapi sudahlah, tidak perlu berpanjang lebar mengenai kegunaan matematika. Saya kira cukup banyak artikel di internet yang telah menulisnya. Atau mungkin kita bahas lain kali di sini? (entahlah…)

Saya hanya berbagi sedikit pengalaman menguji kemampuan matematika yang mungkin secara tidak sadar banyak orang yang telah mengalaminya juga.

Suatu ketika, saya bersama dua keponakan berkunjung ke sebuah mini market. Tentunya bukan berkunjung tanpa tujuan, ada beberapa item yang memang harus kami beli. Seperti minimarket pada umumnya, ada berjajar rak berisi berbagai produk. Mulai kebutuhan dapur, sekolah, hingga sekedar camilan atau es krim. Di tiap tingkat rak yang berisi produk, sebagian besar terdapat label harga. Karena belanja adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan (apalagi keponakan ini dua-duanya cewek), tentu saja ini merupakan saat yang tepat untuk “ujian” matematika.

Seperti biasa, keranjang belanja pun diambil untuk wadah barang-barang yang akan dibeli. Namun, barang tidak bisa diambil begitu saja. Ada rule of the game-nya.

  1. Tiap barang yang dibeli harus diketahui harganya. Untuk apa? Agar bisa melaksanakan syarat berikutnya :D.
  2. Barang boleh di beli jika si anak bisa menjumlahkan harga barang-barang yang dibelinya. Misalnya, si anak telah mengambil produk keripik merek Pisang yang harganya Rp. 1500. Kemudian si anak ingin membeli lagi sosis cap Ayam yang harganya Rp 5000. Nah, sosis tersebut boleh dibeli jika si anak berhasil menjumlahkan harga keripik dan sosis. Hal ini dilakukan berulang-ulang untuk tiap item belanja yang dibeli. Dengan demikian, sebelum ke kasir, total harga belanjaan sudah dapat diketahui.

Kegiatan demikian tentu harus dilakukan dengan suasana riang, misalkan dengan gaya tebak-tebakan.

Jika kita mengajak lebih dari satu anak, tentu rule ketiga juga bisa diaplikasikan. Yakni, cepat-tepat. Tiap-tiap anak akan berlomba menghitung. Siapa yang paling banyak benar bolehlah kita kasih hadiah tambahan belanja satu item produk.

Satu tips jika si anak mengalami kesulitan untuk menjumlahkan angka yang berbentuk ribuan, yaitu hilangkan tiga angka nol di belakang. Jadi si anak tinggal menjumlahkan dalam bentuk satuan sampai ratusan. Ini lebih mudah bagi si anak.

Apakah tidak akan ramai mini market tersebut karena ulah kita dan anak-anak yang kita bawa? Bisa jadi. Tapi cuek saja. Toh biasanya mereka juga mutar musik yang bisa menetralisir suara gaduh “ujian” tersebut.

Dengan demikian, ada hikmah yang bisa diambil baik oleh si anak, maupun kita sendiri. Diantaranya :

  1. Si anak bisa mengetahui benar aplikasi matematika yang ia dapatkan di kelas.
  2. Orang tua bisa mengukur secara nyata kemampuan anak di bidang matematika, bukan hanya dari laporan nilai semester dari sekolah yang terkadang semu.
  3. Suasana belajar yang menyenangkan (apalagi kalau hobi si anak adalah belanja 😀 ) bisa menjadi media yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan matematikanya, terutama untuk perhitungan dasar.
  4. Mengakrabkan hubungan anak dengan orang tua (atau yang mengajak belanja)
  5. Jika kegiatan ini dilakukan terlalu sering, si anak mungkin akan senang. Tapi sebaliknya bagi orang tua karna akan menguras anggaran bulanan lebih cepat :D. Untuk yang satu ini, silahkan dikombinasikan dengan cara-cara lain yang tentunya juga tidak kalah menarik.

Nah.. pengalaman “ujian” sambil belanja dengan dua anak yang masih duduk di kelas 2 dan 3 SD tersebut semoga berguna bagi anda sekalian.

Iklan

Silahkan berkomentar ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s