I’m Halal (not) Ends Here

Hampir dua tahun yang lalu, layanan ini berdiri. Kemunculannya memberi angin segar bagi masyarakat dunia. Bukannya mau menyaingi layanan ‘serupa’ terbesar yang sudah terlebih dahulu ada, tapi ia seakan memberikan air kepada orang yang dahaga.

I’m Halal namanya, beralamat di imhalal.com. Per tanggal 11 Juli yang lalu, ia mengakhiri layanannya. “The I’mHalal Search Engine has been shut down today” demikian twit terakhirnya tertanggal 11/07.

Saya pribadi turut bersedih atas dimatikannya layanan tersebut, padahal layanan ini sudah mendapat sambutan yang cukup meriah dari warga muslim dunia. Bahkan mungkin juga dari non-muslim. Tidak sedikit review yang muncul di berbagai media, dari blog pribadi hingga situs berita.

Setahun yang lalu, pada ajang World Halal Forum, layanan menjadi salah satu yang terpilih  mendapatkan The Halal Journal Awards. Beberapa terobosan inovatif telah dilakukan AZS Media Group LTD, selaku perusahaan di balik imhalal.com, diantaranya mengembangkan algoritma pencarian terhadap bahasa arab, urdu, dan persia. Tujuannya agar situs-situs berbahasa arab, urdu, dan persia dapat menjadi top rank[0]. Atau paling tidak, kata kaskuser, muncul di pejwan.

Di tengah banjir informasi di dunia maya seperti ini, pengguna internet memang harus pandai-pandai membentengi diri dari informasi yang sia-sia. Tidak cukup benteng hanya dengan memasang piranti lunak dan blokir situs sana-sini. Karna sifat informasi yang sudah berubah dari internet. Awal tahun 2000-an, saat penetrasi internet tidak segila sekarang, informasi yang tersaji dari internet sangatlah terbatas. Namun 10 tahun kemudian, informasi menjadi seperti air bah yang membanjiri layar kita meskipun kita tidak mengingkannya.

Salah satu cara orang mendapatkan informasi di internet adalah (dan yang paling mudah) menelusuri lewat mesin pencari. Siapa yang tidak kenal Yahoo! dan Google. Dua mesin pencari generasi pertama yang populer di Indonesia hingga saat ini. Bahkan saking populernya, ketika ingin membuka situs tertentu (yang sudah tahu alamatnya), ada pengguna yang tidak mengetikkannya langsung di batang alamat. Tapi membuka google, mengetikkan alamatnya di kolom pencarian, lalu mengklik tautan hasil pencarian tersebut 🙂

Google, sebagai mesin pencari dan produk, memang selalu berusaha memberikan layanan hasil pencarian yang ‘paling diinginkan’ pengguna. Menampilkan sangat banyak kemungkinan yang bisa didapat dari kombinasi kata kunci yang dimasukkan. Celakanya, kadang kala hasil yang ditampilkan mengandung unsur negatif. Meskipun mungkin tidak sengaja. Dan yang lebih memilukan pencarian konten negatif secara sengaja pun memungkinkan dilakukan. Sehingga, pada intinya, pengguna ‘benar-benar’ diberikan kebebasan.

Beberapa waktu lalu ramai pembicaraan tentang pemblokiran berbagai situs yang diindikasi berkonten negatif, terutama pornografi. Selama ini pemblokiran biasanya dilakukan dengan memblok alamat atau IP address suatu situs. Jika demikian, rasanya google.com tidak akan di blokir di negara ini. Terlebih sekitar seminggu yang lalu Eric Schmitdt menjajaki pembukaan kantor Google di Indonesia. Dengan demikian pemblokiran situs rasanya tidak akan memberikan pengaruh signifikan.

Salah satu cara untuk menyediakan konten yang sehat adalah dengan menyediakan layanan memberikan keluaran konten yang sehat pula. Inilah yang diusung oleh imhalal.com. Menyediakan hasil pencarian konten yang halal dinikmati umat muslim. Entah apa yang menyebabkan layanan ini ditutup. Dari twitnya, 27/03, mereka memang sedang mencari developer untuk mengembangkan front dan back-endnya[1]. Apakah faktor developer ini yang menyebabkan layanan ini ditutup? Atau mungkin faktor lain, semisal desain sistemnya yang perlu ditingkatkan[2]? Wallahu a’lam.

Namun dari belahan-dunia lain, muncul juga layanan pencarian serupa imhalal.com. Namanya taqwa.me. Seperti dikutip halaljournal.com[2], Nu’man, pendiri taqwa.me, mengatakan bahwa di dunia multimedia yang kompleks nan moderen seperti sekarang ini, sangat dibutuhkan ketaqwaan agar dapat melaksanakaan ajaran Islam sebaik-baiknya. Semangat ini perlu disebarluaskan kepada seluruh pengguna internet. Nu’man sendiri mungkin perlu memperbaiki aplikasinya sehingga pencarian dan pemunculan konten yang haram dapat semaksimal mungkin dihilangkan.

Sebagai pamungkas, I’m halal ends here mungkin tidak akan pernah tepat karna I need halal and it’s not end here.

Wallahu a’lam.

 

Referensi :
[0] http://halaljournal.com/article/4932/worlds-leading-halal-search-engine-makes-arabic-content-better-accessible
[1] https://twitter.com/#!/imhalalcom
[2] http://halaljournal.com/article/5039/search-and-chat-website-for-the-modern-muslim

Beberapa situs yang mengulas imhalal.com (diambil dari pejwan google):
1.  http://chillyoislamyo.com/imhalalcom-the-first-ever-islam-safe-search-engine-launches/
2. http://www.theworldsbestever.com/2009/09/08/im-halal-its-like-google-for-muslims/
3. http://en.wikipedia.org/wiki/ImHalal
4. http://propakistani.pk/2009/09/30/imhalal-a-search-engine-specially-designed-for-the-muslims/
5. http://technology.timesonline.co.uk/tol/news/tech_and_web/the_web/article6823805.ece
6. dan yang lainnya di http://www.google.co.id/search?q=imhalal

Iklan

Silahkan berkomentar ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s