Mengekstrak berkas ke sistem berkas dengan GUI

Sistem berkas, lebih tepatnya  direktori root, sejatinya bukan digunakan untuk sembarangan menaruh berkas. Direktori-direktori di bawah direktori tersebut diperuntukkan bagi fungsi-fungsi tertentu yang telah ditentukan oleh pembuat distribusi Linux masing-masing. Namun demikian, secara garis besar mereka mempunyai kesamaan. Misalkan direktori /boot digunakan untuk menyimpan berkas-berkas yang digunakan untuk proses booting, seperti kernel dan initrd. Contoh yang lain adalah direktori /bin untuk menyimpan binari program inti dan /dev untuk menyimpan berbagai berkas perangkat. Deskripsi lebih lengkap mengenai fungsi direktori-direktori tersebut, diistilahkan filesystem hierarchy (fhs), dapat dilihat di sini.

Filesystem
Filesystem

Untuk kebutuhan menyimpan data, pembuat distribusi Linux biasanya telah menyediakan tempat di /media atau /mnt meskipun pengguna dapat meletakkannya di tempat lain. Di dalam direktori inilah partisi data akan di mount. Selain itu, pengguna juga diberikan sebuah direktori khusus pengguna yang terletak di /home. Di tempat-tempat inilah, pengguna dapat dengan lebih leluasa membuat, menyimpan, mengedit berkas-berkas data, termasuk mengekstrak berkas arsip.

Peng-ekstrak-an berkas tersebut jika dilakukan di direktori penyimpanan data, tentu tidak menjadi masalah, karena biasanya di direktori tersebut pengguna diberikan hak untuk menulis dan membaca berkas.  Namun, jika dilakukan di direktori root, akan menimbulkan masalah tersendiri. Pertama, secara kasat mata hasil ekstrak berkas tersebut akan ‘mengotori’ sistem file. Kedua, diperlukan izin untuk menyimpan hasil ekstrak ke direktori root karena tidak sembarangan orang dapat menulis/mengedit berkas di sana.

Jika anda keukeuh ingin mengekstrak suatu berkas disana untuk keperluan tertentu (yang anda sendiri harus benar-benar paham), berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan. Kita disini menghindari penggunaan command line (kita gunakan GUI) dan dilakukan di atas sistem operasi BlankOn Nanggar.

  1. Yang pertama-tama harus diketahui adalah password untuk dapat melakukan sudo
  2. Tekan Alt + F2 untuk membuka jendela Run
  3. Silahkan ketikkan disana perintah berikut : gksu file-roller lalu tekan enter.

    Jendela "Run"
    Jendela "Run". Tambahkan sehingga menjadi "gksu file-roller" untuk menjalankan sebagai pengguna lain.
  4. Setelah itu akan muncul prompt password.
  5. Masukkan password sudo anda
  6. Jika sukses, jendela aplikasi file-roller akan muncul

    File Roller (a.k.a Manajer Arsip)
    Tampilan File Roller (a.k.a Manajer Arsip) yang 'nganggur'
  7. Buka berkas arsip anda melalui menu Archive > Open. Jika anda berbahasa Indonesia maka pilih menu Arsip > Buka. Tombol pintas juga bisa anda gunakan, Ctrl + O.
  8. Tekan ikon ekstrak atau melalui menu Archive > Extract atau Arsip > Ekstrak kemudian pilih lokasi tujuan peng-ekstrak-an (tentu dalam kasus ini adalah direktori root). Tombol pintasnya bisa menggunakan Ctrl + E.

    Pilih direktori tujuan
    Pilih direktori tujuan
  9. Jika tidak ada masalah, coba buka direktori tujuan, hasil ekstrak tentunya telah dengan santainya berada di sana.

Cara ini tentu lebih mudah dilakukan bagi pengguna yang terbiasa bekerja dengan GUI atau tidak mau berpusing ria dengan keberadaan command line. Tidak perlu mengetahui perintah-perintah untuk mengekstrak tiap jenis file arsip seperti tar, unzip, gunzip, dsb. Karena asalkan tool seperti tar, unzip, gunzip, dsb sudah terpasang dengan dengan baik di sistem kita, maka file-roller siap memanfaatkannya 🙂

Selamat mencoba.

Iklan

Silahkan berkomentar ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s