“tree” untuk Mencetak Pohon Direktori

Pohon direktori? Apa itu?
Mencetak pohon? Pohon bisa dicetak?

Jika yang ada dalam gambaran anda adalah pohon secara fisik, yang menghasilkan buah yang enak dimakan, hm.. coba gambaran itu diubah sedikit.

Bentuknya memang seperti pohon. Ada akar, cabang, ranting, hanya buah dan daun yang mungkin tidak ada 🙂 Ya, pohon direktori yang dimaksud adalah struktur direktori di dalam media penyimpan. Lalu kenapa bisa jadi pohon? karena kita akan ‘menggambar’ struktur tersebut ke layar komputer seperti bentuk pohon. Memang tidak akan persis pohon seperti pohon jambu atau mangga yang mempunyai akar, batang, cabang, ranting, daun, buah, hingga ulat. Apalagi secara fisik. Tapi cukup untuk memenuhi syarat pohon, ada akar, batang, dan cabang/ranting (daunnya anggap saja sedang meranggas :p ).

Masih bingung?

Mari kita perhatikan contoh yang sering kita lihat di layar komputer. Jika anda pengguna Windows, coba buka Windows Explorer. Lalu klik menu View -> Explorer Bar -> Folders. Akan muncul di bagian kiri jendela Windows Explorer semacam frame dengan tulisan Folders di bagian kiri-atas–nya dan tanda X di bagian atas-kanan–nya. Di bawahnya ada tumpukan ikon dan tulisan dengan tanda [+] yang akan berubah menjadi [-] ataupun sebaliknya jika diklik. Coba tanda [+] tersebut anda jadikan [-] semua. 🙂 kira-kira seperti itulah yang dinamakan pohon direktori.

Anda pemakai Linux? Jangan khawatir. Di Linux pun bisa. Mari kita ambil contoh di Nautilus (file explorer).  Biasanya secara default nautilus membagi bagian utamanya menjadi dua. Pertama sebelah kanan yang lebih lebar, yang berfungsi untuk menjelajah isi folder. Kedua sebelah kiri untuk berbagai macam informasi. Silahkan tekan tombol drop down di bagian atasnya, lalu pilih Tree. Anda akan melihat pohon direktori media penyimpan anda.

Sampai di sini sepertinya anda sudah mafhum dengan pohon direktori 🙂 Kalau begitu, kita beranjak ke hal yang lebih sederhana.

Contoh-contoh di atas menunjukan gambar pohon direktori yang kita dapatkan melalui Graphical User Interface (GUI)/Antarmuka Pengguna berbasis Grafik (APG). Namun demikian, bukan berarti pohon direktori tersebut hanya bisa diakses melalui APG. Melalui terminal (CLI) pun bisa. Gunakan saja sebuah alat kecil yang bernama “tree”. Untuk menginstalnya, pengguna BlankOn atau mbah-mbahnya tinggal gunakan senjata apt-get atau Synaptic. Menjalankannya pun mudah. Di terminal, ketik saja :

$ tree /

untuk melihat direktori root sampai ke yang paling dalam. Atau

$ tree /media/data

untuk melihat direktori data sampai ke dalam-dalamnya. Banyak dong? sudah pasti. Jika anda ingin membatasi kedalaman direktori gunakan saja opsi -L <level-kedalaman>. Berikut hasil cetak yang dihasilkan dengan perintah :

$ tree -L 1 /

/
|-- bin
|-- boot
|-- cdrom -> media/cdrom
|-- dev
|-- etc
|-- home
|-- initrd.img -> boot/initrd.img-2.6.28-11-generic
|-- lib
|-- lost+found
|-- media
|-- mnt
|-- opt
|-- proc
|-- root
|-- sbin
|-- selinux
|-- srv
|-- sys
|-- tmp
|-- usr
|-- var
`-- vmlinuz -> boot/vmlinuz-2.6.28-11-generic

20 directories, 2 files

Link-nya pun terlihat tujuannya kemana.

Cukup banyak fitur menarik yang ditawarkan oleh alat yang sederhana ini. Diantaranya :

  1. tampilan hanya direktori saja
  2. penelusuran symbolic link
  3. penggunaan pattern (pola) untuk memilih file yang akan/tidak ditampilkan
  4. kustomisasi warna-warni tampilan output
  5. Output sebagai HTML
  6. dsb

untuk lebih lengkap, silahkan buka manualnya 🙂

Fungsinya?

File README (atau sejenisnya yang berformat text-plain) suatu aplikasi ada yang menyertakan pohon tersebut untuk menginformasikan struktur direktori yang digunakannya, menginformasikan letak file konfigurasi, binari, pustaka, dsb. Mungkin pembuatannya menggunakan alat “tree” ini. Ada yang menggunakannya seperti di [0].Kebanyakan memang untuk menginformasikan struktur suatu direktori. Selain itu? Nah ini. Saya masih mencari ide untuk apa fungsinya selain seperti di atas.

Ada ide?

[0] http://www.comptechdoc.org/os/linux/usersguide/linux_ugfilestruct.html

NB : Perintah-perintah di atas telah dicoba di atas Ubuntu 8.04 dalam VirtualBox.
Iklan

Silahkan berkomentar ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s