Minimalist Custom Install Ubuntu tanpa Desktop Manager

Menginstall ubuntu, tidak harus lengkap dengan Gnome. Cara instalasi ini sesuai bagi pengguna yang memiliki spek hardware komputer terbatas (minim), tidak membutuhkan tampilan ciamik nan mudah bak Gnome dan KDE, serta aplikasi-aplikasi yang sangat sesuai kebutuhan (aplikasi yang tidak dibutuhkan, tidak diinstall). Atau mungkin ketiganya bukan alasan anda. Cuma sekedar iseng riset atau ngoprek. Ya, sah-sah saja 🙂 monggo.

Cara instalasi ini dicoba penulis, lebih disebabkan :

  1. Tidak menginginkan desktop manager Gnome di mesin Ubuntu. Rencananya akan dipasang Window Maker atau Blackbox sebagai window managernya.
  2. Tidak membutuhkan aplikasi X (GUI) yang macam-macam, melainkan cuma x-term, file manager, dan web browser (opera, firefox, dillo), dan conky.
  3. Selain sebagai desktop, mesin ini juga akan dijadikan webserver (jika diperlukan). Ketika menjadi webserver, X tidak dipanggil (tetap dalam modus CLI).
  4. Aplikasi utama (non-GUI) yang dibutuhkan hanyalah LAMP, openSSH, dan ftp server.
  5. Kapasitas harddisk terbatas, sehingga sangat disayangkan menghabiskan sekian ratus Megabytes hanya untuk pustaka GUI yang sebenarnya bisa diganti dengan beberapa ratus Kilobytes saja.
  6. Iseng dan coba-coba.

Cukup sederhana bukan kebutuhannya. Untuk membuat sistem seperti kebutuhan tersebut, digunakan CD installer ubuntu server. Alasannya juga sederhana, di dalamnya sudah ada LAMP, secara default hanya menggunakan CLI. Sehingga tidak ada paket-paket X yang diinstall. Sampai di sini, salah satu kebutuhan sudah terpenuhi.

Hasil instalasi, sebut saja pada tahap pertama, paket dasar (basis sistem ubuntu) ditambah paket LAMP, hanya menghabiskan ruang harddisk kurang dari 1 GB. Misalkan setelah instalasi tahap tersebut dilakukan instalasi tahap kedua, yakni instalasi X dan window manager. Setelah itu, ditambahkan, pada tahap ketiga, aplikasi X yang dibutuhkan. Total ruang harddisk yang terpakai hanyalah sekitar 1,5 GB. Hm…cukup hemat dibandingkan dengan menginstall ubuntu desktop yang fresh install-nya saja mengambil tempat sekitar 2 GB di harddisk. Belum lagi ditambah LAMP.

Sampai di sini, hampir semua kebutuhan sudah terpenuhi. Sistem utama ubuntu (server), LAMP, ssh server, X, window manager, dan aplikasi GUI yang dibutuhkan (firefox, opera, dillo, conky, x-term). Kebutuhan terakhir, yakni ftp server, diinstall dengan sangat mudah menggunakan tool apt-get.

Langkah terakhir dari tahap minimalis custom install ubuntu tanpa desktop manager adalah kustomisasi desktop sesuai kesukaan. Hasil dari kostumisasi yang dilakukan penulis dapat dinikmati di sini. Di situ, dilakukan perubahan di menu, style, dan gambar latar belakang. Baru sesederhana itu, tapi cukup nyaman dipandang mata. Penulis sangat menikmati Blackbox yang melesat cepat di atas Ubuntu, laksana jet tempur.

Bagi pembaca yang ingin tahu teknis tahap per tahapnya, mungkin suatu saat nanti bisa kita bahas di blog ini :). Oh ya, di sistem ini tidak akan dijumpai GDM atau yang sejenisnya. Untuk masuk ke modus GUI, pengguna harus mengetikkan :

$ startx

Selamat bereksperimen.

Iklan

3 thoughts on “Minimalist Custom Install Ubuntu tanpa Desktop Manager

  1. Brain90 07/12/2009 / 15:51

    Good jobs bro, Pak yan banget ini mach 😀

    • azhar 07/12/2009 / 16:14

      Akh Brain90, kok komen ente masuk spam ya 😕

Silahkan berkomentar ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s